Terungkap .! Mengenal Kanker Usus yang Diderita Istri Ustadz Maulana

April 04, 2019
Kanker usus menjadi penyebab istri Ustaz Maulana, Nuraliyah Ibnu Hajar meninggal global pada Minggu, 20 Januari 2019 pukul 16.21 WIB di RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan.Kabar sedih tersebut diketahui dari unggahan sebuah foto pada akun Instagram oleh penceramah.



Nuraliyah mengembuskan napas terakhir waktu menjalani perawatan di RS Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan.

Adanya kanker tadi baru diketahui pada September 2018. Sebenarnya, beliau menderita penyakit kanker usus semenjak tujuh tahun silam.

Dokter Alvin Nursalim dari KlikDokter mengungkapkan soal kanker usus (kanker usus akbar) misalnya yang diderita istri Ustaz Maulana. Kanker usus ditimbulkan adanya pertumbuhan abnormal sel dalam rongga usus.

“Gejalanya sanggup berupa gangguan Buang Air Besar (BAB). BAB berdarah, perut kembung, gangguan pencernaan, nyeri perut, penurunan berat badan, & lemas,” istilah Alvin, dikutip dari KlikDokter, Senin, 21 Januari 2019.

American Cancer Society menyebut, tanda-tanda spesifik dari kanker usus akbar bisa diketahui semenjak penderita masih berusia 20-an.

Kanker usus besar  akan mengurangi pasokan sel darah merah. Tumor tumbuh dengan cepat, bahkan melebihi suplai darah Anda.

BAB berdarah yg terjadi dalam penderita karena darah tersebut ikut diproses oleh saluran pencernaan. Hal ini memengaruhi warna feses yg dikeluarkan penderita kanker usus akbar.

Sakit Perut Saat Hendak BAB
Salah satu pertanda kanker usus yang pula perlu diketahui adalah sakit perut ketika hendak buang air besar . Ketika BAB pun terdapat intensitas buang angin yang terus terjadi.

“apabila kanker masih stadium awal & belum menyebar, tindakan operasi dapat dilakukan. Dengan begitu, sel kanker yang ditemukan bisa diangkat menggunakan sempurna,” tambah Alvin.

Penurunan berat badan ditentukan adanya tumor yang mulai berkembang. Anda akan kehilangan nafsu makan sebagai akibatnya tubuh kekurangan nutrisi.

Metabolisme tubuh akan rendah. Penurunan berat badan kerap terjadi tanpa disadari.

Pengobatan Kanker Usus
Alvin menambahkan, faktor risiko kanker usus adalah keturunan genetis,  konsumsi kuliner hewani yg berlebih, dan kurang serat.

Pengobatan kanker usus akbar diadaptasi dengan stadium kanker yg diderita.

“Jika kanker masih stadium awal dan belum menyebar, maka sebaiknya dioperasi. Dengan demikian sel kanker yang ditemukan dapat diangkat dengan sempurna,” ujar Alvin.

Bila sel kanker sudah menyebar biasanya dilakukan pengobAtan berupa kemoterapi dan operasi yg disertai pengangkatan usus.

Kanker usus bisa dicegah menggunakan mengonsumsi banyak sayur & butir. Bagi orang yang berusia pada atas 50 tahun harus rutin melakukan inspeksi kesehatan usus.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »